Beranda Berita Utama Kisah Inspiratif, Nurlela Pendiri Rumah Baca Mini

Kisah Inspiratif, Nurlela Pendiri Rumah Baca Mini

Kisah Inspiratif, Nurlela Pendiri Rumah Baca Mini
Rumah Baca Perjuangan Ibu Nurlela dkk, Morotai, Selasa, (13/2/18). Foto : GM

Morotai, Indonesia Berita – Jarak yang jauh dari pusat kota bukan menjadi hambatan bagi Ibu Nurlela, yang merupakan salah satu guru di SD Negeri UPT SP III Bumi Moro yang terletak di pedalaman Morotai tepatnya di Desa Dehegila, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara untuk menggalakkan Gerakan Literasi bagi generasi yang ada di Morotai khususnya di SP III Bumi Moro Desa Dehegila.

Tindakan yang dilakukan oleh Ibu Nurlela patut diberikan apresiasi. Di usia 48 tahun, bagi generasi seumur Ibu Nurlela haruslah menjadi contoh bagi yang lain. Perpustakaan mini yang didirikan, merupakan upaya yang dilakukan olehnya yang sudah berniat sejak lama, dan dapat ia realisasikan pada tanggal 04 September tahun 2017.

Ditemui Indonesia Berita, selasa (13/02) Ibu Nurlela mengatakan “Awal pendirian Rumah Baca Wahdania ini karena kami bertiga, diantaranya Ibu Ani dan Ibu Ida memiliki niat yang sama dan terinspirasi menjadi motivasi untuk membantu sesama yang kurang beruntung.

Harapan Ibu Nurlela bahwa Rumah Baca Wahdania ini semoga akan berkembang kedepan lebih baik lagi. Dari tempat baca gubuk ini semoga ada perbaikan dari pemerintah.

“kami juga sudah mengusulkan bantuan ke pemerintah Kabupaten yang dijanjikan akan membantu dalam bentuk bangunan pada tahun anggaran 2019 nanti. Ujarnya

Kisah Inspiratif, Nurlela Pendiri Rumah Baca Mini
Kisah Inspiratif, Nurlela Pendiri Rumah Baca Mini

Masih ditempat yang sama, Ibu Ida salah satu pengurus Rumah Baca Wahdania yang juga merupakan guru SD UPT SP III Bumi Moro bahwa, Pendirian Rumah Baca Wahdania ini merupakan usaha untuk mewujudkan keinginan Ibu Nurlela dan Ibu Nurlela yang juga gemar membaca.

“Sementara upaya yang kami lakukan adalah selain dari membuka tempat baca bagi umum, juga melakukan pembinaan bagi yang buta huruf”. ujarnya

Komentar lain juga disampaikan oleh Ibu Ani yang juga pengurus Rumah Baca Wahdania dan guru SD setempat, menyampaikan “kami selalu diberikan bantuan paket buku dari perpustakaan nasional dan beberapa tempat lain seperti Makasar, Yogyakarta dan juga Medan yang terakhir kemarin di kirim.

“Pengeriman paket buku juga sering dilakukan setiap tanggal 17 bulan berjalan”. tutupnya

Penulis : Gamal M

Editor : Yakobus Eko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan berikan komentar Anda!
Masukan nama anda disini